Oleh: Abied | 27 Agustus 2009

Islam Sosialis?

Entahlah apa bahasa yang tepat untuk mewakilinya. Yang jelas saat ini saya mencoba untuk mengatakan bahwa berbagai golongan, madzhab, aliran dan berbagai ajaran Islam tak seharusnya menjadi kotak-kotak bagi pemeluknya. Saya sendiri jika ditanya tentang madzhab yang saya anut tak akan dapat menjawab dengan jelas, hanya mampu mengatakan : Saya bermadzhab Islam. Qur’an dan Hadits jadi pedoman, ditambah ikut fatwa dari ulama yang ijtihadnya valid dan sah menurut hukum.
:-)
Lha, masalahnya dimana?
Saya mengamati beberapa penganut madzhab terlalu fanatik (kadang hingga di batas fanatik buta, yang tentunya sama sekali tak baik), merasa diri mereka lebih benar dengan menganggap orang lain sesat dan salah. Menghindar dari itu, saya memilih untuk ber-Islam sosialis (Tentunya ini bukan aliran baru yang saya anut, ini hanya istilah, yang juga telah digunakan jauh sebelum saya menulis ini).
Di lubuk hati yang dalam, saya percaya bahwa Islam adalah Rahmatan lil ‘Alamin.., dan itu mengharuskan setiap muslim berfikir, bertindak dan berbuat dalam rangka kemaslahatan.
Oke lah dalam masalah ibadah khusus kita harus sama, tapi ada beberapa hal umum yang ternyata tidak urgen mampu membuat kita terpecah.
:mrgreen:
Baca Lanjutannya…

Oleh: Abied | 1 Agustus 2009

“Lagi malas ngapa-ngapain aja..!”

Ah..
Kena sindrom ini juga.
Afwan, belum ada sajian baru.
“Lagi malas ngapa-ngapain aja..!”
:mrgreen:
Nice blogwalking aja Bro!

Ujian Akhir Nasional yang masih juga menuai kontroversi tahun ini telah berakhir. Momok itu telah pergi bagi adik-adik kelas 3 SLTPN 1 Bone-Bone.
Sayangnya, itu menimbulkan traumatik. Tiga orang siswa dinyatakan tidak lulus dalam UAN kali ini.
Meski begitu, disediakan Ujian Paket B bagi yang ingin mendapatkan ijazah. :lol:

Tulisan Sebelumnya »

Kategori